Tugas Akuntansi Biaya: SISTEM PERHITUNGAN BIAYA BERDASARKAN PROSES (PROCESS COSTING)

Akumulasi Biaya Proses

Dalam sistem perhitungan biaya berdasarkan proses (process cost system) bahan baku, tenaga kerja, dan overhead pabrik dibebankan ke pusat biaya. Biaya yang dibebankan ke setiap unit ditentukan dengan cara membagi total biaya yang dibebankan ke pusat biaya tersebut dengan total unit yang diproduksi. Persyaratan uatama adalah bahwa semua produk yang diproduksi dalam suatu pusat biaya selama satu periode harus sama dalam hal sumber daya yang dikonsumsi bila tidak, perhitungan biaya berdasarkan proses dapat mendistorsi biaya produk tersebut.

Perhitungan Biaya per Departemen

Dalam sistem perhitungan biaya berdasarkan proses, bahan baku, tenaga kerja, dan overhead pabrik umumnya dibebankan ke departemen produksi. Tetapi, jika suatu departemen dibagi menjadi dua pusat biaya atau lebih, perhitungan biaya berdasarkan proses tetap dapat digunakan, selama unit-unit produk yang dihasilkan dalam pusat biaya selama periode tersebut bersifat homogen. Misalnya, suatu departemen produksi yang memiliki empat lini perakitan, di mana setiap lini menghasilkan produk yang berbeda, dapat menggunakan perhitungan biaya berdasarkan proses. Setiap lini perakitan dapat diperlakukan sebagai pusat biaya yang terpisah. Hal ini mengharuskan adanya catatan yang terpisah untuk mencatat biaya yang terjadi di setiap lini perakitan.

Perhitungan biaya berdasarkan proses digunakan ketika produk dihasilkan dalam kondisi proses kontinu atau metode produksi massal, dimana produk-produk yang dihasilkan dalam suatu departemen atau pusat biaya lainnya bersifat homogen.

Aliran Produksi secara Fisik

Suatu produk dapat berpindah di dalam pabrik dengan berbagai cara. Tiga format aliran produksi fisik yang berhubungan dengan perhitungan biaya berdasarakan proses adalah berurutan, parallel, dan selektif.

1.    Aliran Produksi Berurutan (Sequential Product Flow).Dalam aliran produk berurutan, setiap produk di proses dalam urutan langkah-langkah yang sama.
2.    Aliran Produk Paralel (Parallel Product Flow). Dalam aliran produk ini, bagian tertentu dari pekerjaan dilakukan secara simultan dan kemudian disatukan dalam satu atau lebih proses final untuk diselesaikan dan di transfer ke barang jadi.
3.  Aliran Produk Selektif (Selective Product Flow). Dalam aliran produk ini, produk berpindah ke departemen-departemen berbeda dalam satu pabrik, bergantung pada produk final yang akan dihasilkan.

Akuntansi untuk Biaya Bahan Baku, Tenaga Kerja, dan Overhead

Konsep dasar yang dilakukan dalam perhitungan biaya berdasarakan pesanan juga berlaku untuk perhitungan biaya berdasarkan proses. Perbedaan utama adalah bahwa dalam perhitungan biaya berdasarkan proses, biaya dibebankan ke departemen (atau pusat biaya) dan bukannya ke pesanan, dan jika ada lebih dari satu departemen yang dibutuhkan untuk menghasilkan produk itu, biaya di transfer dari suatu departemen ke departemen berikutnya dan akhirnya ke barang jadi.

Dalam perhitungan biaya berdasarkan proses, akun buku besar yang terpisah dapat digunakan untuk persediaan barang dalam proses di setiap departemen, karena jumlah depertemen biasanya dank arena departemen terus ada dalam jangka waktu cukup lama.

Biaya Bahan Baku.Ayat jurnal untuk mencatat pengeluaran bahan baku ke kedua departemen adalah sebagai berikut:
Barang dalam proses-Departemen Pemotonga
Barang dalam proses-Departemen Perakitan
            Bahan Baku

Biaya Tenaga Kerja. Ayat jurnal umum untuk mencatat pembebanan tenaga kerja adalah:
Barang dalam Proses-Departemen Pemotongan
Barang dalam Proses-Departemen Perakitan
            Beban Gaji

Biaya Overhead Pabrik. Contoh ayat jurnal untuk mencatat biaya overhead pabrik:
Pengendali Overhead Pabrik
            Utang Usaha (pajak, listrik, dan lain-lain)
            Akumulasi Penyusutan-Mesin
Asuransi Dibayar Dimuka
Bahan Baku (untuk bahan baku tidak langsung)
Beban gaji (untuk tenaga kerja tidak langsung)
Ayat jurnal untuk pembebanan overhead pabrik ke masing-masing departemen:
Barang dalam Proses-Departemen Pemotongan
Barang dalam Proses-Departemen Perakitan
            Overhead Pabrik Dibebankan

Laporan Biaya Produksi


Laporan biaya produksi adalah kertes kerja yang menampilkan jumlah biaya yang diakumulasikan dan dibebankan ke produksi selama satu bulan atau periode lain. Laporan biaya produksi untuk suatu departemen dapat memiliki banyak bentuk atau format, tetapi sebaiknya laporan tersebut menunjukkan (1) biaya total dan biaya per unit dari pekerjaan yang diterima dari satu atau beberapa departemen lainnya; (2) biaya total dan biaya per unit dari bahan baku, tenaga kerja, dan overhead pabrik yang ditambahkan oleh departemen tersebut ; (3) biaya dari persediaan barang dalam proses awal dan akhir; dan (4) biaya yang ditransfer ke departemen berikutnya atau ke persediaan barang jadi.

Comments

Popular posts from this blog

Akuntansi Keuangan Lanjutan 1: Bab 2 Penyertaan Modal Dalam Persekutuan

Contoh Tugas Analisis Laporan Keuangan