Contoh Tugas Analisis Laporan Keuangan

1.    Membaca Neraca

Bila kita perhatikan laporan posisi keuangan PT. Darya-Varya Laboratoria terlihat bahwa terjadi peningkatan aset sebesar Rp 151.746.158,- atau 16,4% di tahun 2012 dibandingkan dengan tahun 2011. Pada tahun 2012, 78% dari aset perusahaan dibiayai dari utang sedangkan sisanya berasal dari liabilitas yang sebagian besar adalah berasal dari liabilitas jangka pendek.

Pada akhir tahun 2012, sebesar Rp 826.342.540,- atau 77% dari aset perusahaan berupa aset lancer yang sebagian besar merupakan komponen piutang usaha. Pada tahun 2012 dana yang digunakan untuk pembelian atau penambahan aset tetap sebesar Rp 23.762.807,- setelah dikurangi penyusutan sebesar Rp 21.657.352,-.

Lebih dari 80% dari utang perusahaan merupakan liabilitas lancar di mana selama dua tahun analisis telah terjadi peningkatan liabilitas jangkan pendek sebesar 35%. Sementara itu, liabilitas jangkan panjang perusahaan menurun sebesar sekitar 21%. Efek dari perubahan dalam komposisi liabilitas adalah bertambahnya nilai beberapa aset perusahaan karena liabilitas ini digunakan untuk mendanai aset perusahaan seperti kas, pembelian persediaan, dan aset tetap.

Kenaikan dalam piutang usaha pada pihak ketiga telah menyerap kas sebesar Rp 87.193.714,. Sementara itu akun persediaan menyerap sejumlah Rp 14.378.974,-.

2.    Laporan Laba Rugi

Dalam laporan laba rugi telah terjadi peningkatan penjualan sebesar Rp 187.747.821,- di tahun 2012 dan untuk laba bersihnya juga mengalami peningkatan sebesar Rp 27.993.749,- atau 23%.

Beban operasi mengalami peningkatan sebesar Rp 56.218.628,- di mana kenaikan paling signifikan terjadi pada beban penjualan dan pemasaran. Sementara itu untuk pendapatan tidak terjadi perubahan yang begitu besar, bahkan di akun pendapatan usaha lai-lain telah terjadi penurunan. Jadi, laba yang tersebut disebabkan peningkatan penjualan yang besar.

3.    Laporan Perubahan Modal

Hasil dari laporan perubahan modal menunjukkan bahwa Rp 113.629.089,- dari keuntungan bersih tahun 2012 diinvestasikan kembali ke dalam perusahaan dan sisanya, yaitu sebesar Rp 35.280.000,- dibayarkan ke dalam bentuk dividen. Besarnya nilai dividen dan juga keuntungan yang dicatatkan tahun 2012 mengalami peningkatan dari tahun 2011.

4.    Laporan Arus Kas

Saldo kas mengalami kenaikan sebesar Rp36.431.103,- di tahun 2012 yaitu dari Rp292.912.491,- menjadi Rp256.481.388,-. Angka tersebut sesuai dengan apa yang dilaporkan di dalam neraca.

Kegiatan operasi menyerap Rp46.181.730,- dari kas yang ada, di mana dari penerimaan dari pelanggan sejumlah Rp52.417.339,- digunakan untuk membayar utang kepada pemasok, sejumlam Rp36.417.339,- digunakan untuk membayar gaji karyawan perusahaan, sejumlah Rp12.808.914,- digunakan untuk membayar pajak penghasilan badan.

Kegiatan investasi selama tahun 2012 menelan biaya sebanyak Rp52.943.128,- dan sebesar Rp34.694.073,- di tahun 2011 di mana sebagian besar dilakukan pengadaan aset tetap. Di tahun 2012 perusahaan sedikit sekali melakukan penjualan aset tetap karena di tahun sebelumnya perusahaan sudah cukup banyak melakukan penjualan.


Kegiatan-kegiatan pendanaan perusahaan hanya ada pembagian dividen kepada pemegang saham sebesar Rp35.280.000,-.

---
Jangan lupa mencantumkan sumber ya!

Comments

Popular posts from this blog

Akuntansi Keuangan Lanjutan 1: Bab 2 Penyertaan Modal Dalam Persekutuan