Akuntansi Keuangan Lanjutan 1: Bab 2 Penyertaan Modal Dalam Persekutuan
MASUKNYA ANGGOTA BARU DALAM PERSEKUTUAN
1.
Penyertaan dengan memberikan bonus atau goodwill pada anggota baru
Pemberian Bonus
Tuan X dan Y memiliki persekutuan dengan
modal dan pembagian laba (rugi) masing-masing adalah Tuan X sebesar 75.000.000
(75%) dan Tuan Y 25.000.000 (25%). Tuan
X dan Y setuju untuk menerima Tuan Z sebagai anggota baru dalam persekutuannya,
dengan menyerahkan uang sebesar Rp 20.000.000 untuk penyertaan sebesar 20%.
Jurnal untuk mencatat masuknya Tuan Z adalah mendebet akun Kas sebesar Rp
20.000.000, akun Modal X dan Y sebesar masing-masing 750.000 dan 250.000
(persentase pembagian laba x 1.000.000) dan mengkredit akun Modal Z sebesar
21.000.000
Perhitungannya: Saldo modal awal +
Setoran modal Tuan Z = 100.000.000 + 20.000.000 = 120.000.000. Dan untuk
menghitung bonus yang akan diberikan kepada Tuan Z dilakukan perhitungan: Saldo
modal yang baru (20% x 120.000.000) – Setoran modal Tuan Z = 42.000.000 –
20.000.000 = 22.000.000,-. Bonus tersebut didapat dari mengurangkan saldo modal
anggota lama dengan perhitungan: Persentase pembagian laba (rugi) x Bonus Tuan
Z.
Pembentukan Goodwill
Misalnya Tuan Z bergabung dengan
persekutuan Tuan X dan Y dengen menyerahkan modal sebesar Rp 20.000.000.
Setoran modal tersebut merupakan 20% dari modal persekutuan yang baru.
Anggaplah bahwa Tuan X dan Y tidak bersedia untuk dikurangi saldo modalnya.
Karena Tuan X dan Y tidak bersedia untuk dikurangi modalnya, maka modal mereka
yang jumlahnya sebesar 100.000.000 akan menjadi 80% dari modal persekutuan yang
baru. Oleh karena itu, jumlah modal persekutuan yang baru adalah: 100/80 x 100.000.000
= 125.000.000,-. Modal Tuan Z sebagai penyertaan adalah: 20% x Rp 125.000.000 =
25.000.000 dan goodwill dihitung dengan cara: 25.000.000 – 20.000.000 (setoran
modal) = 5.000.000,- Maka, jurnal yang dibutuhkan adalah mendebet akun Kas dan
Goodwill sebasar masing-masing 40.000.000 dan 20.000.000 serta mengkredit akun
Modal Tuan Z dengan nominal 60.000.000,-.
2.
Penyertaan dengan memberikan bonus dan atau goodwill pada anggota
lama
Pemberian Bonus
Dari contoh di atas, Tuan Z ingin masuk
dalam persekutuan dengan menyerahkan uang sebesar Rp 20.000.000 untuk
penyertaan modal sebesar 15% dari modal persekutuan yang baru. Kelebihan
setoran modal Tuan Z akan dibagikan kepada pemilik lama dengan melakukan
perhitungan: Jumlah modal persekutuan awal + Setoran modal A = 100.000.000 + 20.000.000
= 120.000.000 dan bonus yang akan dibagikan dihitung dengan cara: Setoran modal
Tuan Z – Bagian modal yang diperhitungkan (15% x 120.000.000) = 20.000.000 + 18.000.000
= 2.000.000,-. Dari bonus tersebut akan diberikan pada anggota lama dan
masing-masing akan menerima bonus dengan perhitungan yang dilakukan dengan
cara: Persentase pembagian laba x Bonus yang dibagikan. Jurnal yang dibuat
adalah Kas di posisi debet sebesar 20.000.000 dan di posisi kredit akun Modal
masing-masing anggota dengan nominal sesuai dengan perhitungan pembagian bonus
yang telah dilakukan sebelumnya.
Pembentukan Goodwill
Tuan Z menyerahkan uang sebesar
50.000.000 untuk 25% dari modal persekutuan yang baru sehingga modal
persekutuan yang baru harus berjumlah: 100/25 x 50.000.000 = 200.000.000. Dan
pembentukan goodwill yang harus dibentuk adalah: 200.000.000 – (Jumlah modal
anggota lama + Setoran modal Tuan Z) = 200.000.000 – (100.000.000 + 50.000.000)
= 50.000.000. Seperti halnya di perhitungan goodwill sebelumnya, pembagian goodwill
dihitung dengan cara: Persentase pembagian laba (rugi) x jumlah goodwill yang
dibentuk. Jurnalnya adalah Goodwill di posisi debet sebesar 50.000.000 dan akun
Modal masing-masing anggota sebesar perhitungan pembagian goodwill.
ANGGOTA BARU YANG MENGUNDURKAN DIRI
1.
Pembayaran kepada anggota dengan jumlah yang melampaui saldonya
Pemberian bonus
Persekutuan Tuan A, B, dan C memiliki
total modal sebesar 50.000.000. Pembagian keuntungan di antara mereka adalah
50%, 30%, dan 20%. Tuan A memilih mengundurkan diri dari perseketuan. Tuan B
dan C menyetujuinya dan membayar Tuan A sebesar 55.000.000. Kelebihan dari
pembayara itu akan dianggap sebagai bonus. Untuk pencatatan dalam jurnal maka
di sebelah debet akun Modal Tuan A sebesar 50.000.000 serta akun Modal Tuan B
dan C sebesar masing-masing 3.125.000 (50/80 x 5.000.000) dan 1.875.000 (30/80
x 5.000.000). Sedangkan di sebelah kredit akun Hutang atau Kas sebesar
55.000.000.
Pembentukan Goodwill
Jika dari contoh di atas Tuan B dan C
tidak menginginkan modalnya dikurangi. Dalam hal ini bonus sebesar 5.000.000
akan dibayarkan kepada Tuan A sebagai goodwill. Goodwill bisa dibagikan kepada seluruh
anggota atau hanya bagi yang mengundrukan diri. Bila goodwill diberikan kepada
seluruh anggota, maka jurnal yang dibutuhkan adalah mendebet akun Goodwill
sebesar 25.000.000 dan di sebelah kredit masing-masing dari akun Modal anggota
sebesar persetase masing-masing. Jika goodwill diberikan hanya kepada Tuan A
maka jurnal yang dibutuhkan adalah mendebet akun Modal Tuan A dan mengkredit
akun Hutang/Kas sebesar 55.000.000,-.
2.
Pembayaran kepada anggota dengan jumlah lebih rendah dari saldo
modalnya
Pemberian bonus
Pada contoh di atas, jika Tuan A setuju
untuk menerima uang sebesar Rp 45.000.000, maka selisih sebesar 5.000.000 akan
dianggap sebagai bonus bagi anggota lama. Jurnalnya adalah mendebet akun Modal
Tuan A sebesar 50.000.000 dan mengkredit Hutang/Kas sebesar 45.000.000 serta
akun Modal Tuan B dan C sebesar 5.000.000.
Comments
Post a Comment